Tulisan dibawah ini adalah Karya Pribadi penulis dan tidak mengutip dari sumber-sumber lain. Bila ditemukan duplikasi mengatasnamakan orang lain dikemudian hari, penulis dapat memaklumi karena tulisan ini telah dipublikasikan di berbagai media internet. Sesungguhnya kejahatan intelektual adalah hal yang sangat memalukan apabila digunakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi berupa popularitas dan materil.
Selasa, 14 April 2009
Extraordinari..
Mata ini menjelajah ke setiap bentuk yang terhiraukan
Menilai dan mencari makna dari sesuatu yang tak bernilai
Membuang waktu dengan lamunan yang tak tentu hasil
Seakan terhanyut pasrah raga dan hati menuju ke hilir
Bisikan itu tak henti menjajahi semua khayalanku
Resah badan saat nyaman terkulai demi keingintahuan
Tak kuasa ku menutup mata akan setiap angan dan mimpi ini
Seakan memberiku perintah tegas untuk berbuat sesuatu
Cahaya terang itu semakin jelas dengan kokohnya pikiran
Kesulitan ternyata hanyalah kabut pengelabuan yang tak abadi
Sempurna! Teriaklah hati saat peluang terlihat
Luar biasa! Takjublah puas bayangan yang akan mampu tercipta
Tangan ini seperti mesin yang tak kenal lelah
Mengikuti dengan setia setiap perintah dari khayalan
Tidak terusik oleh alam yang keruh kadang menggoda
Terhiraukan semua canda maupun kepedihan hiasan dunia
Tak kusangka semua keluhku hanya ujian belaka
Setiap cobaan berlomba untuk mengelabui akan kesengsaraan
Namun dengan mudah terlewati dengan bulatnya tekad
Semua penderitaan kan selalu terhapus saat tergapainya impian
Ciptaku ini kan buahkan kebaikan kepada generasi penerusku
Bermanfaat sebagai obat dalam setiap derita dan tangisan manusia
Menyuburkan dunia dengan kehijauan serta suasana yg lebih indah
Memberi kenikmatan tak terukur jaman di setiap mata yang memandang
Goresan kuas dan warna kubaurkan begitu pasti.
Tak kuasa ku berhenti akan setiap angan yang ingin tergambarkan
Semakin banyak paduan rasa yang kuberikan semakin kuyakin keberhasilan
Terbesitlah kebahagian dalam setiap lukisan yang tercipta
Setiap waktu di masa depan penerusku kan kembali bertanya
Mencermati dengan seksama disetiap keagungan karya karya ini
Mempelajari bagaimana inspirasi memberiku keahlian yang tak tertandingi
Mencari jawaban mengapa aku begitu extraordinari
Copyright@2009 by AyahAkram.Blogspot.Com
Kamis, 09 April 2009
Harumlah Wahai Bunga Surga..
By AyahAkram March 2009
Harumlah Wahai Bunga Surga..
Engkau diciptakan sebagai ratu..
Hatimu abadi bersinar ke penjuru dunia..
Mencari dan memperhatikanku dalam jajaran masa..
Bertanya tulus pada kesulitan dan tangisanku..
Menderita sejak terbukanya nafas pertamaku..
Cintamu tak terlukiskan bahasa indah..
Karena tak terukur oleh panjangnya jaman..
Bahkan suatu hari ragamu bersatu dengan alam..
Belaian indah kasihmu akan terus mengharumiku...
Engkau kan terima ketulusan permohonanku..
Mekar dan harumlah wahai bunga surga...
Engkau lahir sebagai dewa dewi bumi..
Balutan semu wujudmu sukar menampakkan cintamu..
Takkan terbaca sejuk hatimu di setiap mata memandang..
Alam pikiranmu hanya tergambar budi dan luhur..
Takjublah insan saat membaca keikhlasanmu..
Tetesan keringat terbasuh demi tersenyumnya jiwa manusia..
Meringankan beban hidup raga setiap nafas..
Bahasa kotor pun tak menyurutkan pandangan indahmu...
Akan setiap pemilik bibir yang berbisik dan berteriak kejam..
Engkau kan terima ketulusan permohonanku..
Mekar dan harumlah wahai bunga surga..
Engkau adalah inspirasi dunia..
Hadirmu terlihat di segala tanah air..
Bertarung dan berperang dalam kesengsaraan..
Takkan tidur pikir dan hatimu berjuang..
Demi masa depan terang khalayak umat..
Jasamu tak tersadarkan karena termakan waktu..
Karyamu terlupakan karena kenikmatan buta manusia..
Sepanjang jaman mencari wujud khayalan terbaik..
Demi pengikutmu yang terbalut keangkuhan..
Engkau kan terima ketulusan permohonanku
Mekar dan harumlah wahai bunga surga..
A tribute for the memories of 24 heroes passed away and all other heroes still living the world 5March2009..
Copyright By AyahAkram2009
Adonia Aglaia
By AyahAkram
Alam semesta senyum terbuai..
Pada tiap lekuk elok parasmu..
Bintang pun menatap tak berkedip..
Menelusuri guratan indah wajahmu…
Mata itu.. oh kejam…
Tak ada satupun kesatria..
Tegar, berani dan kokoh..
Memandang sinar terpancar..
Seketika khalayak lemas bertekuk lutut..
Semerta raga bangga terkulai layu..
Setiap sentuhan sorot indah yang bersinar..
Menyentuh lubu semua hati terdalam..
Bibirmu bergerak halus..
Tampaklah taburan berlian di angkasa raya..
Terhapuslas semua duka dan derita..
Impian semua kesatria..
Dada baja bagai lautan bergejolak..
Berkhayal terbang akan benakmu..
Memohon sentuhan halus tanganmu..
Mendambakan takjub kehangatan pelukmu ..
Tiap mata beradu saling menatap tajam..
Berdesinglah bilah tajam setinggi awan..
Teriakan perang terlepas menantang..
Seketika kesejukan kabur melindungi diri..
Kejam sungguh buaian wujudmu..
Istana megah berlumur pedih..
Kemilau emas terbalut darah..
Tak ada kesatria mampu berdiri..
Adonia aglaia menangis..
Meratapi kepedihan menanggung beban..
Keindahannya selalu sebab abadi...
Tumpahan darah sepanjang jaman...
Copyright by AyahAkram2009
Rabu, 08 April 2009
Bertanyalah Pahlawan Kepada Dunia..
Dunia berbisik menggoda..
Sekelumit tawaran menjadi pilihan..
Takjublah seorang bocah..
Melangkah ke alam realita..
Tak ada ragu dalam bakat ini..
Yakin dengan tiap tetes keringatnya..
Beribu bahasa pun mengalir pasti..
Tampilah seorang pemuka memimpin..
Alam pikir hanya satu warna..
Buatkan langkah maju tak ragu..
Walau sudut ramai sejuk terlihat..
Teriknya bumi tak menghalangi..
Warna ini menyanjungkan ..
Serasa pujaan tiada henti..
Tatapan kagum turut menyinari..
Mendorong gerakan hati..
Seribu ragam wajah mulai menyapa..
Berbisik berteriak dan berkeluh..
Setiap cerita membuka pintu..
Terlihat kabut semakin pekat..
Bertanyalah pahlawan pada dunia..
Ada dimana impian terindah..?
Sang elang pun menatap tajam..
Menerawang ke alam raya luas..
Gejolak persaingan terlihat memukau..
Berlomba menuju bukit yang lebih tinggi..
Bibir mengigaukan masa depan..
Hati memanggil suasana kedamaian..
Tanpa aura kekerasan..
Yang selama ini mewarnainya…
Kepakan sayap adalah awal..
Untuk gapai singgasana langit..
Warna baru harus diasah..
Agar setajam bilah perangnya..
Kepala tak berhenti menoleh..
Mencari disetiap arah..
Bertanyalah pahlawan pada dunia..
Ada dimana impian terindah..?
Copyright by AyahAkram2009
Sahabat kemana kucari?
Sahabat.. Kemana Kucari?
By AyahAkram
Beragam wajah gambarkan senyum..
Hati pun berseri suka dan ria..
Bahasa tubuh itu tak pernah gagal..
Beri hati sebuah rasa..
Jiwa sepi terhibur selalu..
Disetiap salam kehangatan..
Tak kenalpun membawa hawa..
Kedamaian suasana..
Walau berkabut corak warna..
Terhias berbagai selimut hangat..
Setiap jiwa tak akan menolak..
Indahnya senyum persahabatan..
Siapa sangka dibalik dada..
Terbias hasrat sehitam bara..
Panas derita dan berbuih..
Membawa maksud tak terbendung..
Siapa sangka jalannya waktu..
Alam semesta bergerak membaur..
Merubah maksud tanpa daya..
Saljupun kelak berubah wujud..
Abadikah persahabatan?
Dalam ributnya dunia?
Tak bergoyah walau koyak..
Terus melangkah meski terik..
Adakah kekekalan tak ragu?
Dalam hati yang bernyawa?
Setiap saat berhembus sejuk..
Tak terukur gelombang masa..
Andai terlihat hati yang suci..
Takkan mungkin rapuh jiwa insan..
Saat engkau berpaling diri..
Saat hatimu menjadi kelam..
Sahabat.. kemana ku cari?
Copyright by AyahAkram2009
Sesal Keluh Hati
Sesal.. Keluh Hati..
By AyahAkram
Sesal keluh hati..
Jerit pedih setiap insan..
Yang menusuk tiada henti..
Terpadu keruhnya alam raya..
Siksa batin bergoyah..
Terhempas kejamnya hinaan..
Hancur tidak akan setega..
Basahi raga dengan malu..
Pecut tajam silih berganti..
Hawa benci dan amarah..
Lirikan hina terlintas mata..
Mengiris pedih dilubuk jiwa..
Lupakah wahai dewa bumi..
Akan guratan derita dunia..
Hilangkah hati suci..
Melihat arah langkahmu...
Sesal keluh hati..
Lulai sudah penyangga arwah..
Ingin pun tak mampu..
Bangkitkan kepunahan rasa..
Mampukah wahai dewa bumi..
Bersandar atas dosa..
Berapa batas tenaga..
Hingga akhir keringatmu…
Kemilau singgasana dunia.
Membutakan alam pikir...
Menutup gerbang keindahan…
Menipu kejurang siksaan..
Kecil raga sesungguhnya..
Tertutup kabut keangkuhanmu…
Copyright by AyahAkram2009
Oh sadarkah Aku Betapa Indahnya Dikau
Ohh Sadarkah aku.. Betapa Indahnya Dikau..
by AyahAkram
Kususuri padang bunga nan liar…
Yang bergelombang searah alunan bumi..
Corak harmonis wajahmu terhiaskan warna..
Tak ada satu noda pun yang berbisa..
Berhembusnya hawa menggerakmu indah..
Teriring alunan desiran alam..
Engkau berdansa memanjakan mata..
Setiap padangan itu terasa sempurna..
Tubuhku tersentuh tak ada henti..
Disetiap gerakan yang rapuh ini..
Lambaianmu lembut setara sutra..
Hanyutlah jiwa disetiap bahasamu..
Tak pernah ku terhenti menikmati..
Setiap langkah itu terasa sempurna…
Ohh.. Sadarkah aku
Betapa indahnya dikau..
Sayang sungguh sayang..
Hilang arah hati ini..
Alam semesta datang menyerbu..
Merasuki bergejolaknya nadi..
Berpacu mengotori hati..
Butakan aku dalam mimpi keabadian..
Menangislah jiwa yang suci..
Meredupkan pancaran cahayamu..
Berhening tanpa nada..
Berteteslah air mata nan pilu..
Engkau bangkit berperang..
Terbakar dengan amarah..
Memusuhi dan menebar kebencian..
Luput tak akan menyelamatkan..
Merindingku memandanginya..
Kekacauan alam semesta di dalam hati..
Hitam pekat kegelapan..
Yang ada hanya api dan bara..
Pucatlah semua wajah manusia..
Meleburlah raga tiap insan..
Malu beradu dengan ketakutan..
Isak Tangis teriakan kepasrahan..
Memohon yang Kuasa mengampuni..
Ohh.. Sadarkah aku..
Betapa indahnya dikau..
Copyright by AyahAkram2009
